Artikel ARKENAS

Arkeologi Publik

Dibaca 756 kali article

Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Situs Arkeologi

Monday 01, Sep 2014 11:42 AM / Atika

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SITUS ARKEOLOGI

Oleh : Bambang Sulistyanto

Pusat  Arkeologi Nasional

 

Abstrak

Upaya pengelolaan  warisan budaya di situs arkeologi pada masa sekarang, harus memperhatikan makna sosial (social significance) bagi masyarakat sekitarnya. Konsekuensi pemahaman tersebut, menuntut adanya suatu perubahan kebijakan (advokasi), mengalihposisikan penduduk di sekitar situs yang semula sebagai objek menjadi subjek. Perubahan kebijakan tersebut, mengubah peran penduduk di sekitar situs bukan sebagai pihak yang dikontrol dan dikuasai, melainkan sebagai mitra yang sejajar dengan pihak pengelola warisan budaya. Artinya, masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pengelolaan warisan budaya, agar aset yang dimiliki memberikan kontribusi balik baik material maupun non material yang berguna untuk kehidupannya.

Upaya mewujudkan konsep pengelolaan  yang menempatkan warisan budaya pada konteks sosial, menuntut dikembangkannya pendekatan partisipatif yang lebih berorientasi pada masyarakat ommunity-oriented. Implementasi pendekatan tersebut, diwujudkan melalui pemberdayaan. Makna  pemberdayaan  adalah, pertanggungjawaban sosial arkeologi terhadap masyarakat, yang terkena dampak baik langsung maupun tidak langsung akibat pengembangan situs.

Kata kunci: Pemberdayaan, masyarakat, pengelolaan, pertanggungjawaban arkeologi, makna sosial.

 

Abstract.

In the effort to manage cultural heritages nowdays,  it is important to take into account the social significance of a site to its surrounding communities. As a consequence, we are required to make an advocacy (change of policy) to revise the position of the local inhabitants around a site from being an object  to a subject. Such change of policy is significant to change the position of the local inhabitants within the site area from the controlled party into equal partner. Communities should be involved in the process of cultural heritage management so that the valuable asset will give back good contribution – both materially and non-materially – which will be of benified  to the well-being of cultural heritage and its surrounding communities.

            The effort to implement the management concept that places cultural heritage in social context, calls for the importance of developing participative approach, which is more community oriented. The implementation of this type of approach is through community empowerment. Empowerment means the social responsibility of archaeology to the communities that have to put up, directly, with the effects of development of site.

Key words: empowermen, community, management, archaeological responsibility,social meaning.

 


comments powered by Disqus

Baca Lainnya


Berita Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Pola Perdagangan dan Jaringan Pelayaran di Maluku Tengah Abad XV-XVII dari Hitu ke Ambon

Wednesday 18 / Atika

Penelitian Arkeologi Maritim Tahun 2017: Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terbentang dari Sabang di barat hingga  Marauke  di  timur,  dari  Miangas  di  utara  hingga  Rote  di  selatan. Penyebutan…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan