Artikel ARKENAS

Arkeologi Klasik Hindu Buddha

Dibaca 347 kali
  • article

  • article

  • article

  • article

Pedagang Tamil: Percepat Keruntuhan Sriwijaya

Wednesday 24, Aug 2016 10:07 AM / Atika

Orang-orang Tamil diketahui telah lama menetap di beberapa tempat di wilayah Sumatra bagian utara dan wilayah sekitarnya, seperti di Myanmar, Thailand selatan, dan Semenanjung Tanah Melayu. Mereka menetap sejak sekurang-kurangnya pada abad ke-10 Masehi.

Keberadaan kumunitas Tamil di wilayah-wilayah tersebut dapat diketahui dari prasasti-prasasti berbahasa Tamil dan arca-arca Hindu dan Buddha yang berlanggam Tamil (India Selatan). Berdasarkan prasasti-prasastinya, dapat diketahui bahwa di wilayah-wilayah tersebut orang-orang Tamil yang sebagian besar berprofesi sebagai pedagang membentuk semacam perserikatan dagang.

Sebuah prasasti batu yang ditemukan di Situs Labo Tua, Barus (Sumatra Utara) bertanggal Februari 1088 berisi tentang Perserikatan Dagang Tamil “Yang Kelima Ratus dari Seribu Arah”, dan kewajiban membayar pajak añcu-tunt-ayam bagi para nahkoda kapal dan kévi.

Prasasti Rajendracola dari Tañjore (1030/1031 Masehi) menye­but­kan tentang penyerangan Sriwijaya dan beberapa tempat di sekitar Selat Melaka oleh Rajen­dra­cola. Motif penyerangan ini diduga karena alasan ekonomi, yaitu penguasaan atas Selat Melaka dimana para pedagang Tamil diwajibkan membayar pajak pada Sriwijaya.

Beberapa pakar beranggapan bahwa raja-raja Cola sering menjalin kerja­sama dengan para saudagar Tamil yang telah masuk ke Asia Tenggara dan Tiongkok. Aki­bat dari kerjasama ini para penguasa Cola bertindak sebagai pelindung dari para saudagar Tamil ini. Mung­kin pajak añcu-tunt-ayam yang ditarik dari para nahkoda kapal dan kevi dipakai sebagai upeti dengan imbalan keamanan para saudagar selama di laut. Dengan mem­bayar pajak/upeti ini Rajendracola “berkewa­jiban” melindungi para saudagar/pelaut Tamil, kapal dan muatan­nya yang beroperasi di sepanjang jalur perda­gang­an/pelayaran.

Para saudagar Tamil tersebut jelas tinggl di Sumatra. Bukti-bukti arkeologis yang berupa arca berlanggam Cola atau arca-arca berlanggam Tamil Nadu pedesaan ditemukan di Situs Kota Cina (Medan) dalam konteksnya dengan bangunan, dan ditemukan di Situs Rantau Kapas Tuo dan Gedung Karya (keduanya di Jambi).

(BBU)


comments powered by Disqus

Baca Lainnya


Berita Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SITUS ARKEOLOGI

Thursday 20 / Atika

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SITUS ARKEOLOGI Oleh : Bambang Sulistyanto Pusat  Arkeologi Nasional   Abstrak Upaya pengelolaan  warisan budaya di situs arkeologi pada masa sekarang, harus memperhatikan makna sosial (social…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan