Artikel ARKENAS

Arkeologi Islam Kolonial

Dibaca 2408 kali article

Kuto Gawang: Awal Kesultanan Palembang Darussalam

Tuesday 17, Jan 2017 10:07 AM / Atika

Pada awal abad ke-17, Palembang menjadi pusat peme­rintahan kerajaan yang bernuansa Islam dengan pendirinya Ki Gede ing Suro. Pada masa ini pusat peme­rin­tahan di daerah sekitar Ke­lurahan 2-Ilir, di tempat yang sekarang merupakan kompleks PT. Pusri. Secara alamiah lokasi keraton cukup strategis, dan secara teknis diperkuat oleh dinding tebal dari kayu unglen dan cerucup yang membentang antara Plaju dengan Pulau Kembaro, sebuah pulau kecil yang letaknya di tengah sungai Musi.

Keraton Palembang yang dibangunnya itu dise­but Keraton Kuto Gawang yang ben­tuk­nya empat persegi panjang dibentengi dengan kayu besi dan kayu unglen yang tebalnya 30 x 30 cm/ batang­nya. Kota berbenteng yang di kemudian hari dikenal dengan nama Kuto Gawang ini mempunyai ukuran 290 Rijn­lands­che roede (1093 meter) baik pan­jang maupun lebarnya. Tinggi dinding yang mengitarinya 24 kaki (7,25 meter). Orang-orang Tionghoa dan Portugis berdiam berseberangan yang terletak di tepi sungai Musi.

Kota berbenteng ini sebagaimana dilukiskan pa­da tahun 1659 (Sketsa Joan van der Laen), mengha­dap ke arah Sungai Musi (ke selatan) dengan pintu masuknya melalui Sungai Rengas. Di sebelah timurnya berba­tas­an dengan Sungai Taligawe, dan di sebe­lah baratnya ber­batasan dengan Sungai Buah. Da­lam gambar ske­tsa tahun 1659 tampak Sungai Taligawe, Sungai Rengas, dan Sungai Buah tampak terus ke arah utara dan satu sama lain tidak ber­sambung. Sebagai batas kota sisi utara adalah pagar dari kayu besi dan kayu unglen. Di tengah benteng keraton tampak ber­diri megah bangunan keraton yang letaknya di sebe­lah barat Sungai Rengas. Benteng keraton mempunyai tiga buah baluarti (bastion) yang dibuat dari konstruksi batu. Orang-orang asing ditem­pat­kan/ber­mu­kim di sebe­rang sungai sisi selatan Musi, di sebelah barat muara sungai Komering (sekarang daerah Seberang Ulu, Plaju).

(BBU)



Baca Lainnya


Berita Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Pola Perdagangan dan Jaringan Pelayaran di Maluku Tengah Abad XV-XVII dari Hitu ke Ambon

Wednesday 18 / Atika

Penelitian Arkeologi Maritim Tahun 2017: Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terbentang dari Sabang di barat hingga  Marauke  di  timur,  dari  Miangas  di  utara  hingga  Rote  di  selatan. Penyebutan…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan