Artikel ARKENAS

Arkeologi Klasik Hindu Buddha

Dibaca 417 kali
  • article

  • article

    Menyusuri jalan di tepi tebing menuju Situs Wadu Pa,a (Foto:. Puslit Arkenas)

  • article

    Pahatan pada Situs Wadu Pa'a sektor II (Foto: Puslit Arkenas)

  • article

    Relief Dhyanibuddha Ratnasambhawa (Foto: Puslit Arkenas)

  • article

    Relief Lingga (foto: Puslit Arkenas)

  • article

    Relief Stupa dengan Chattra bersusun (Foto: Puslit Arkenas).

Situs Wadu Pa’a Tempat Pujabhakti Dua Agama

Tuesday 26, May 2020 04:17 AM / Atika

Situs Wadu Pa’a (bahasa Bima) yang artinya batu pahat terletak di tepian Teluk Wadu Pa’a, sebuah teluk kecil di sebelah baratdaya Teluk Bima. Secara administrasi berada di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya yang tenang sangat ideal bagi para saudagar jaman dahulu untuk berlabuh dan beristirahat

Situs Wadu Paa atau dikenal dengan Candi Tebing merupakan situs berupa pahatan relief di tebing batu karang, mirip dengan situs Candi Gunung Kawi, Tampaksiring, Bali. Dilihat dari adanya temuan relief Ganesha, Siwa Mahaguru, Dhyani­bud­dha, dan relief stupa dengan berbagai tingkat payung (chattra), Wadu Pa’a meru­pakan tempat pemujaan ajaran Buddha yang bercampur dengan ajaran Hindu yang memuja Siwa.

Situs Wadu Pa’a terbagi menjadi dua sektor yang berjarak sekitar 500 meter. Sektor I terletak di sebelah utara dan minimal terdapat 21 pahatan dalam berbagai bentuk. Berurutan dari utara ke selatan, yaitu relief berbentuk Arca Agastya; Prasasti; Relief dalam ceruk yang berbentuk Lingga, lapik, dan Arca Buddha; Relief Stupa dengan Chattra  bersusun; Ganesha; stupa dengan chattra  yasti tunggal; relief lingga-yoni; relief lingga; makhluk gana; relief dua stupa dengan chattra  bersusun 15; stupa dengan chattra bersusun 11; stupa dengan chattra  tunggal; stupa bercabang tiga; tiga dasar stupa; relief yang dibuat dalam sebuah ceruk, yaitu Dhyanibuddha yang diapit sepasang stupa; relief dua stupa; relief dua lingga; relief dua stupa; relief lingga-yoni; dan lingga-yoni.

Prasasti singkat dipahat­kan di bagian bawah relief arca Agastya, terdiri dari tiga kelom­pok pahatan yang ditulis dalam bahasa dan aksara Jawa Kuno. Keadaan tulisan sudah sangat aus sehingga kelompok pertama tidak dapat terbaca, kelompok kedua terbaca seba­gian “… Sake 631 (?), wesaka..”, mengindikasikan pertanggalan 631 Saka, dan ke­lompok pahatan ketiga terdiri dari dua baris kalimat yang berbunyi “… sapta dhya …” (pada baris pertama), dan “..lla..”.

ReSektor II terletak di sebelah selatan di ujung Teluk Wadu Pa’a dengan pahatan relief yang menggambarkan tiga buah lapik dan relief yang menggambarkan 16 buah stupa yang mengapit sebuah ceruk arca. Tepian ceruk ini memiliki pahatan berbentuk pilaster sedangkan pahatan stupa ada di sebelah utara ceruk.

Ada pendapat menyatakan bahwa Situs Wadu Paa sengaja dibuat oleh para pendatang dari India.

Penulis: Sukawati Susetyo dan Bambang Budi Utomo



Baca Lainnya


Berita Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Pola Perdagangan dan Jaringan Pelayaran di Maluku Tengah Abad XV-XVII dari Hitu ke Ambon

Wednesday 18 / Atika

Penelitian Arkeologi Maritim Tahun 2017: Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terbentang dari Sabang di barat hingga  Marauke  di  timur,  dari  Miangas  di  utara  hingga  Rote  di  selatan. Penyebutan…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan