Artikel ARKENAS

Arkeologi Prasejarah

Dibaca 1488 kali
  • article

  • article

  • article

  • article

  • article

  • article

  • article

  • article

  • article

Situs Gua Harimau dan Rumah Peradaban di Padang Bindu, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan

Tuesday 29, Nov 2016 09:32 AM / Atika

Gua Harimau terletak di desa Padang Bindu, berjarak 35 km dari Baturaja ke arah barat, ditemukan tahun 2008 dan mulai diteliti tahun 2009.

       Apa saja temuan yang menarik dari Gua Harimau? Hal yang pasti dari temuan yang dapat ditarik kesimpulan bahwa selain kondisinya yang sangat ideal sebagai hunian, gua ini mengkonservasikan beragam data yang menyimpan pemahaman-pemahaman baru, antara lain berupa:

  1. Sisa hunian, perbengkelan, dan kuburan dari budaya Neolitik dan berlanjut ke budaya Paleometalik. Hingga saat ini telah ditemukan kubur-kubur manusia dari 81 individu, pada kedua lapisan budaya tersebut. Penemuan sebanyak itu sangat. Orientasi, posisi, sistem, dan jenis kubur yang sangat bervariasi menawarkan berbagai problematik yang sangat menantang untuk dijelaskan lewat studi yang mendalam.
  2. Lukisan cadas (rock painting) dalam beberapa motif di langit-langit gua bagian timur dan barat. Penemuan yang baru satu-satunya di Sumatra ini menjelaskan budaya seni cadas (rock art) ternyata juga mencapai Sumatera. Keberadaan lukisan ini sekaligus membuka jalan tentang alam pikir komunitas pembuatnya.
  3. Sisa hunian akhir Plestosen. Di bawah lapisan Neolitik masih terdapat lapisan hunian Preneolitik yang kemungkinan besar oleh Ras Australomelanesia. Penemuan ini memperkaya pengetahuan kita tentang kehidupan awal Holosen dengan pengayaan budaya manusia sebelumnya di Sumatra dan Nusantara pada umumnya.
  4. Sisa hunian akhir Plestosen. Gua Harimau tampaknya sudah dihuni jauh sebelum Kala Holosen. Kemajuan penelitian sampai saat ini telah mencapai lapisan hunian dengan pertanggalan mencapai 15000 tahun yang lalu.

Berdasarkan temuan arkeologi yang ada dapat diketahui bahwa komunitas penghuni Gua Harimau telah terlibat interaksi dengan dunia luar. Mereka sudah mampu berinteraksi dengan para pedagang yang membawa barang-barang eksotis, produk Budaya Dongson. Mungkin agak sulit dibayangkan, bagaimana penghuni gua yang terletak jauh di pedalaman Sumatra Selatan itu sudah terbuka dengan dunia luar di sekitar awal-awal Masehi. Satu-satunya sarana perhubungan yang tersedia adalah Kali Ogan. Melalui sungai inilah hubungan itu dapat berlangsung dengan menggunakan rakit-rakit atau kapal sederhana.

Seperti gejala umum di Nusantara, terciptanya aktivitas perdagangan itu tentu dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu kehidupan komunitas penghuni gua yang sudah kompleks. Misalnya dari data kubur memperlihatkan stratifikasi sosial sudah terbentuk di kala itu, sebagaimana diperlihatkan oleh kubur-kubur yang sebagian tanpa bekal kubur dan sebagian lainnya dengan bekal kubur. Benda-benda seperti tajak dan gelang perunggu, tombak besi disertakan ketika penguburan mayat. Kemampuan merespons pengaruh luar ini merupakan sebuah capaian atau nilai budaya yang mewarnai perkembangan peradaban OKU.

Keseluruhan penemuan yang memberikan pandangan-pandangan baru tersebut telah memberikan kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya mengenai masa lampau Nusantara, sementara peradaban yang dibawanya menjadi nilai-nilai yang sangat penting untuk memperkuat karakter bangsa dan landasan peradaban masa kini. Penemuan-penemuan yang langka itu menjadikan Gua Harimau sebagai situs yang perlu diteliti lebih mendalam dan berkelanjutan untuk memperoleh data baru dan melengkapi data yang ada. Tinggalan yang masih berlanjut pada lapisan yang lebih dalam menjadikan gua ini masih menjanjikan temuan-temuan spektakuler lainnya di masa datang. Kandungan tinggalannya sangat penting tidak hanya untuk pemahaman sejarah dan budaya di lingkup lokal, tetapi juga mengisi kekosongan data kehidupan Homo sapiens awal di lingkup regional, bahkan memberikan kontribusi tentang persebaran hunian Homo sapiens awal kawasan Asia Tenggara.

Keanekaragaman temuan Gua Harimau menjadikannya sebagai “Rumah Peradaban” yang sarat dengan kandungan sejarah, budaya, dan nilai-nilai peradaban. Rumah ini menjadi sangat penting untuk sarana pembelajaran, pengayaan, pencerdasan, dan pencerahan tentang kehidupan masa lampau. Oleh karena itu, pada tanggal 16 Mei 2016 diselenggarakanlah kegiatan untuk memasyarakatkan “Rumah Peradaban” dengan mengundang 300 peserta yang terdiri dari 200-an siswa dari 34 SMA/SMK sekabupaten OKU, para guru, staf pemda, wartawan, dan masyarakat sekitar Padang Bindu. Diawali dengan kegiatan pembukaan, pemaparan nilai-nilai peradaban, pameran poster, dan pemutaran film, dilanjutkan dengan kunjungan untuk melihat temuan-temuan di Gua Harimau.

Kedepan, selain penelitian dan pemasyarakatan yang perlu dilakukan secara berkesinambungan, kegiatan pelestarian juga perlu berjalan beriringan untuk menghindari kerusakan situs dan tinggalan kandungannya. Pada saat ini pemerintah daerah OKU sedang merencanakan pemanfaatan Gua Harimau dan situs-situs lain di wilayah Padang Bindu untuk obyek wisata. Diharapkan melalui kegiatan-kegiatan tersebut, pengelolaan warisan budaya di wilayah OKU semakin mengalami kemajuan, dan aktualisasi nilai-nilai kandungannya akan sangat penting untuk membangun landasan peradaban bangsa yang kuat dan berkepribadian di masa kini dan masa datang. (Tim Penelitian Gua Harimau)


comments powered by Disqus

Baca Lainnya


Berita Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Peradaban Masa Kadiri-Singhasari Tertimbun Letusan Kelud

Wednesday 06 / Atika

Pada masa Kadiri, di mana lokasi pusat kerajaannya ada di daerah cincin-api, atau lebih khususnya di sekitar gunungapi aktif, yaitu Kelud terjadi bencana alam yang hebat. Banyak bangunan candi yang…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan