Artikel ARKENAS

Arkeologi Maritim Dan Arkeologi Bawah Air

Dibaca 1167 kali
  • article

  • article

  • article

  • article

  • article

Arkeologi Maritim: Pulau Rumahku, Laut Halamanku

Saturday 30, Jan 2016 11:55 AM / Atika

Laut adalah pemersatu...

“Pemerintah Republik Indonesia berkewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”. Demikian bunyi pembukaan UUD 1945. Inilah dasar hukum yang dipakai untuk mengatur masalah kelautan pemerin­tah Republik Indonesia sebagai konsekuensi dari negara yang wilayahnya mencapai 1,9 juta mil² dan terdiri dari 17.508 pulau. Di dalamnya  berdiam 770 sukubangsa dengan corak budaya sendiri, serta 19 daerah hukum adat dan 726 bahasa.

Sejarah bangsa Indonesia adalah Sejarah Maritim/Sejarah Bahari, maka untuk merekonstruksi sejarah tersebut, perlu dilakukan penelitian Arkeologi Maritim.

Arkeologi maritim adalah studi tentang interaksi manusia dengan laut, danau, dan sungai melalui kajian arkeologis atas manifestasi material (dari) budaya maritim, termasuk di antaranya adalah angkutan air, fasilitas-fasilitas di tepian laut, kargo, pemukiman sampai mitologi dan kepercayaan masyarakat bahari.

Sebagai Bangsa Bahari, perjalanan sejarah tersebut perlu dikaji karena semua ini berkaitan dengan kesatuan dan persatuan bangsa. Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Bahari yang awalnya multi-etnis dan pada akhirnya multi-kultur mendiami berbagai pulau yang tersebar di Nusantara. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan perpecahan. Apalagi kalau laut dipandang sebagai pemisah atau batas wilayah yang memisahkan masyarakat sukubangsa tertentu yang tinggal di sebuah pulau. Melalui kajian Arkeologi Maritim kita dapat mengetahui benang merah yang bisa menyatukan bangsa ini, dan sekaligus mengetahui kelemahannya. (Tim Penelitian Arkeologi Maritim)



Baca Lainnya


Berita Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Tebaran Tinggalan Megalitik dan Batu-Batu Candi Bertebaran Saat Merapi Meletus

Tuesday 30 / Atika

Desa Tirto, adalah salah satu desa di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Lokasi desa berada di kaki Gunung Merapi dengan batas-batas desa : Desa Somakreto di sebelah timur; Desa Jamuskauman di…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan