Berita ARKENAS

Seminar

Dibaca 666 kali
  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

Talkshow KULDESAK TAMBORA: Memperingati Dua Abad Letusan Tambora

Tuesday 21, Apr 2015 02:09 AM / Atika

Bentara Budaya, Jakarta - Pada hari Jumat, 17 April 2015 terselenggara talkshow yang bertajuk “Tambora dari Perspektif Mitologi, Arkeologi  dan Kesejarahan, Geologi dan Mitigasi Kegunungan”. Talkshow tersebut  merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Pameran, Pergelaran, dan Talkshow KULDESAK TAMBORA: Memperingati Dua Abad Letusan Tambora.

Pembicara dalam talkshow ini adalah Dr. Hj. Siti Maryam M. Salahuddin, SH yang merupakan Putri Sultan Bima, Muhammad Salahuddin; Kepala Pusat Arkeologi Nasional, Drs. I Made Geria M.Si; Peneliti Pusat Arkeologi Nasional, Drs. Sonny Wibisono, MA, DEA; Peneliti Museum Geologi Bandung,  Dr. Indyo Pratomo ; dan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Surono.

Para pembicara umumnya memaparkan tentang kronologi letusan Gunung Tambora, dampak letusan, potensi alam dan budaya situs Tambora, serta mitigasi kebencanaannya. Talkshow diawali dengan pembacaan naskah kuna Kerajaan Bima oleh Dr. Hj. Siti Maryam M. Salahuddin, SH yang berisi mengenai letusan-letusan Gunung Tambora. Kemudian dilanjutkan oleh Drs. I Made Griya yang membicarakan mengenai temuan-temuan hasil penelitian arkeologi di Tambora. Salah satu temuannya adalah alat tenun. Penemuan sejumlah alat tenun tersebut dapat diketahui bahwa masyarakat Tambora bukan hanya masyarakat agraris namun sudah menjadi masyarakat industri.  

Dalam pemaparannya, Drs. Sonny Wibisono, MA, DEA, turut menyampaikan bahwa penelitian arkeologi yang dilakukan di Tambora bermaksud untuk mencari bukti-bukti otentik mengenai peradaban Tambora dan memaknai nilai-nilai pentingnya. Beliau juga mengatakan melihat potensi alam dan sosial budaya situs Tambora, maka muncul gagasan untuk menjadikan wilayah situs Tambora sebagai Eco-museum.

Dari segi ilmu vulkanologi, disampaikan oleh Dr. Indyo Pratomo,  angka Volcanic Explosivity Index (VEI) Gunung Tambora yang mencapai angka 7, membuat letusannya merupakan yang terdahsyat di dunia. Dampak letusannya tidak hanya berskala nasional, namun hingga ke dunia internasional.

Dr. Surono pada akhir talkshow, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang wilayahnya dikelilingi oleh gunung api. Aktivitas meletusnya sebuah gunung api merupakan hal yang lumrah karena hal tersebut merupakan suatu dinamika alam. Sejatinya manusia Indonesia yang tinggal di tengah alam yang ekstrim mampu hidup bertoleransi dengan alam sekitarnya.(Datin)


comments powered by Disqus

Baca Lainnya


Artikel Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Tebaran Tinggalan Megalitik dan Batu-Batu Candi Bertebaran Saat Merapi Meletus

Tuesday 30 / Atika

Desa Tirto, adalah salah satu desa di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Lokasi desa berada di kaki Gunung Merapi dengan batas-batas desa : Desa Somakreto di sebelah timur; Desa Jamuskauman di…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan