Berita ARKENAS

Penelitian

Dibaca 401 kali
  • news

  • news

Penemuan Seni Cadas Portabel di Indonesia

Monday 13, Apr 2020 03:25 AM / Atika

Dua buah batu pipih seukuran telapak tangan ditemukan di gua kars di Sulawesi oleh tim penelitian arkeologi pada tahun 2017 dan 2018. Tim penelitian yang terdiri dari Universitas Griffith, Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Jakarta, Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, Universitas Hasanuddin, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar berhasil menemukan satu batu diukir dengan gambar matahari atau berbentuk seperti mata dan batu yang lain diukir dengan gambar kepala dan badan bagian atas anoa, kerbau kerdil liar yang hanya bisa ditemui di Sulawesi. Kedua batu tersebut ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di Situs Gua Leang Bulu Bettue, Sulawesi.

Pada artikel “Portable Arts from Pleistocene Sulawesi” yang diterbitkan dalam majalah prestisius Nature: Human Behaviour menyebutkan pertanggalan batu kecil yang sengaja diukir dengan seni figuratif ini berusia 26.000 sampai 14.000 tahun yang lalu. Kedua batu tersebut ditemukan dari lapisan sedimen arkeologis yang juga mengandung banyak bukti pembuatan alat batu, penggunaan oker untuk produksi seni cadas atau pengecatan tubuh, manik-manik, dan perhiasan pribadi. Penanggalan radiokarbon dan metode penanggalan ilmiah lainnya memungkinkan tim untuk mengelompokkan ke pertanggalan periode Pleistosen Akhir.

Dr. Michelle Langley, salah satu peneliti dari Universitas Griffith yang turut menganalisa temuan batu tersebut menerangkan bahwa contoh yang bertahan dari seni figuratif pleistosen terbatas pada seni cadas atau karya tiga dimensi portabel seperti patung-patung yang dipahat dan gambar yang diukir di permukaan tulang, batu kecil, atau benda bergerak lainnya.

“Kami telah melakukan penggalian di Situs Leang Bulu Bettue dan mencoba untuk lebih mempelajari tentang seniman gua awal ini – siapa mereka, bagaimana mereka bertahan hidup, seperti apa budaya mereka, dan bagaimana itu berubah”, ungkap Associate Profesor Adam Brumm, salah satu tim peneliti dari Universitas Griffith. “Kami mulai memahami, dalam batas tertentu, kehidupan simbolis dari masyarakat ini, tradisi seni, bagaimana mereka mengekspresikan identitas sosial, dan konsep abstrak lainnya. Salah satunya adalah penemuan batu dengan ukiran di atasnya”, lanjutnya.

“Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat awal di Indonesia sama kayanya dalam kehidupan budaya dan simbolis seperti masyarakat lainnya pada waktu itu”, kata Adhi Agus Oktaviana, peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pakar seni cadas. Adhi Agus menambahkan, “Seni seperti ini memberikan kita sebuah titik hubungan dengan masyarakat purba yang menciptakannya dan mengijinkan kita untuk melihat mereka sebagai manusia yang memiliki keharusan yang sama untuk mengekspresikan dirinya melalui seni yang kita miliki saat ini” (DRE)

 

Referensi:

https://www.nature.com/articles/s41562-020-0837-6

https://news.griffith.edu.au/2020/03/17/portable-rock-art-social-glue-for-early-humans-in-ice-age/



Baca Lainnya


Artikel Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya

Peradaban Di Lingkungan Karst Kabupaten OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan

Sunday 22 / Atika

ABSTRAK Penelitian arkeologi di wilayah OKU oleh Pusat Arkeologi Nasional merupakan suatu rangkaian penelitian yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan. Pengumpulan data lapangan melalui metode dan teknik berlatar multidisipliner yang…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan