Berita ARKENAS

Pameran Arkeologi

Dibaca 101 kali
  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

Pameran Arkeologi di Palembang, Sumatera Selatan

Monday 27, Aug 2018 11:31 AM / Atika

Palembang – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dalam rangka mendukung dan mensukseskan Asian Games yang dilaksanakan dari tanggal 18 agustus sampai dengan 4 september di Jakarta-Palembang turut berpartisipasi dalam Sumatera Selatan Expo 2018 (SumSel Expo 2018). Pelaksanaan Sumsel Expo yg ke- 7 ini selain untuk memdukung pelaksanaan Asian Games 2018 juga untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-73. Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 hari mulai dari tanggal 16 Agustus sampai dengan 25 Agustus di Dekranasda Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Sumsel Expo dibuka oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H.Alex Noerdin dihadiri pula Direktur IKM Pangan Barang dari Kayu dan Furniture Kementerian Perindustrian Dr. Ir. Sudarto, MM, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara. Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, I Made Geria turut hadir juga dalam acara pembukaan dan mengunjungi stan-stan pameran.

Pameran Sumsel Expo ini diikuti 647 stan dalam Sumsel Expo 2018, baik dari kementerian/lembaga, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mempromosikan UKM binaannya. Selain itu, ada juga stan lain yang bertemakan kuliner, hiburan, cendera mata, dan lain sebagainya.

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mewakili Badan Penelitian dan Pengembangan menjadi salah satu peserta dalam stan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengusung tema Kita, Autronesia. Autronesia merupakan rumpun bahasa yang unik yang tersebar di hampir separuh dunia dan merupakan rumpun bahasa dengan sebaran terbesar dari Madagaskar di Barat sampai Kepulauan Paskah di Timur serta dari Taiwan di Utara sampai Selandia Baru di Selatan.

Tema “Kita, Autronesia” diambil karena di Sumatera Selatan ini terdapat salah satu situs hunian dan penguburan prasejarah yang sangat kaya dengan berbagai produk artefak dan rangka manusia yang memiliki pertanggalan sangat tua untuk hunian prasejarah Sumatera. Situs tersebut dikenal dengan Situs Gua Harimau yang terletak di Desa Padang Bindu, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Salah satu temuan rangka manusia yang menghuni situs Gua Harimau yang diperkirakan hidup pada sekitar 3.500 - 1.500 tahun yang lampau. Sistem dan posisi penguburan yang sangat bervariasi, terutama didominasi dari budaya neolitik yang berlanjut hingga paleometalik. Situs ini sekaligus menjadi ruang multifungsi sebagai hunian, perbengkelan, dan sekaligus tempat penguburan. Para ahli menyebutkan bahwa fase ini merupakan awal migrasi penutur Austronesia di Nusantara.

                Dalam pameran ini ditampilkan casting rangka manusia yang ditemukan di Situs Silabe, Padang Bindu, Sumatera Selatan dan beberapa artefak berupa alat batu, tembikar, dan manik-manik untuk menjadi daya tarik pengunjung pameran. Buku-buku terbitan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan poster juga menjadi bahan display pameran.

                Pameran ditutup oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel, Prof. Eduar Juliartha pada tanggal 25 Agustus 2018. Pada acara penutupan diberikan piagam penghargaan kepada Kementerian dan Badan Pemerintah Kabupaten/Kota yang turut berpartisipasi memberikan informasi pelayanan bagi masyarakat.

Stan Kemendikbud berhasil memperoleh Stan Terbaik I untuk Kategori Edukasi, Terbaik II pada kategori ini diterima oleh Ditjen Hak dan Kekayaan Intelektual, sedangkan terbaik III didapatkan oleh PT. Semen Padang.

            Selain kategori edukasi juga ada sembilan kategori lainnya, yaitu Kreatif dan Atraktif, Inovasi, Pelayanan Prima, Futuristik, Promosi Potensi Daerah, Penggerak Usaha Mikro, BUMN, Kabupaten/Kota, dan Dekranasda Provinsi. Penghargaan diberikan berdasarkan empat aspek penilaian, yaitu kesesuaian, konten acara, dekorasi, dan konsistensi. Penghargaan diserahkan oleh Edward Juliarta, Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Sumsel, yang mewakili Gubernur Sumsel pada acara penutupan Sumsel Expo 2018.


comments powered by Disqus

Baca Lainnya


Artikel Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SITUS ARKEOLOGI

Thursday 20 / Atika

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SITUS ARKEOLOGI Oleh : Bambang Sulistyanto Pusat  Arkeologi Nasional   Abstrak Upaya pengelolaan  warisan budaya di situs arkeologi pada masa sekarang, harus memperhatikan makna sosial (social…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan