Berita ARKENAS

Seminar

Dibaca 483 kali
  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

Peserta Simposium Internasional Austronesia Kenali Subak Bali Lebih Dekat

Thursday 21, Jul 2016 04:27 AM / Atika

Tabanan, Bali, Kemendikbud--- Selain sesi diskusi, rangkaian acaraThe International Symposium on Austronesian Diasporajuga meliputi tinjauan ke lapangan(fieldtrip).Para peserta diajak berkunjung ke situs Austro-tradisi Subak di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, dan situs Austro-Protosejarah di Gilimanuk. Subak di Desa Jatiluwih menjadi tujuan pertamafieldtrip"Austronesian Diaspora"yang dilaksanakan di hari ke-3 pelaksanaan simposium, Rabu (20/7/2016).

The International Symposium on Austronesian Diaspora 2016 diselenggarakan Pusat Penelitian Arkelogi Nasional (Puslit Arkenas), dan didukung oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud. Arkeolog senior dari Puslit Arkenas, Truman Simanjuntak mengatakan, kegiatan ilmiah dalam simposium internasional ini dirancang tidak hanya untuk diskusi ilmiah, tetapi juga meliputi kegiatan pendamping untuk memperkaya pengetahuan para peserta simposium, salah satunya dengan fieldtrip.

"Kunjungan ke situs Gilimanuk untuk melihat bukti kehadiran penutur Austronesia. Sedangkan subak merupakan tradisi Austronesia yang berlangsung sampai sekarang. Subak adalah sebuah nilai, karena di situ terpadu aspek lingkungan masyarakat, kegiatan masyarakat, dan aspek spiritual, ada konsepTri Hita Karana," tutur Truman.

Tri Hita Karanamerupakan konsep mengenai hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam sekitarnya. Kegiatan di subak bukan hanya mengenai pertanian, tapi juga mencakup interaksi sosial masyarakat tani dan ritual keagamaan yang bermuara pada kesuksesan dalam mengelola usaha tani.

Sebelum mengunjungi subak di Desa Jatiluwih para peserta simposium internasional tentang diaspora Austronesia diajak berkunjung ke Museum Subak yang berada di Kabupaten Tabanan. Di auditorium Museum Subak, mereka mendengarkan penjelasan dari pemandu museum tentang latar belakang dan konsep subak di Bali, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kemudian mereka masuk ke ruang pamer, di mana terdapat alat-alat untuk bertani di subak, serta sejarah subak dari masa ke masa.

Selanjutnya rombongan bergerak menuju Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Subak di Desa Jatiluwih itu merupakan salah satu kawasan yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada bulan Juni 2012. Desa Jatiluwih berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, sehingga desa ini menyajikan sebuah panorama alam yang menawan dan berhawa sejuk. Total jarak tempuh dari lokasi penyelenggaraan simposium di Nusa Dua menuju Desa Jatiluwih mencapai lebih dari 60 km.

Di Desa Jatiluwih, para peserta simposium bisa melihat subak dari jarak lebih dekat, namun mereka tidak sempat turun ke subak karena kondisi cuaca sedang turun hujan. Namun mereka sempat mendengarkan penjelasan khusus tentang kondisi subak di Desa Jatiluwih yang luasnya mencapai 303 hektar.

Truman Simanjuntak mengatakan, sistem subak juga kemungkinan ditemukan di daerah lain di Indonesia, namun dengan daya tahan yang berbeda-beda. "Misalnya di daerah Karawang, Jawa Barat, masih dipertahankan," katanya. Ia berharap, kunjungan lapangan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan simposium tentang studi Austronesia ini dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia yang juga menjadi bagian dari warisan leluhur Austronesia kepada dunia internasional

Sumber: http://kemdikbud.go.id


comments powered by Disqus

Baca Lainnya


Artikel Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Peradaban Masa Kadiri-Singhasari Tertimbun Letusan Kelud

Wednesday 06 / Atika

Pada masa Kadiri, di mana lokasi pusat kerajaannya ada di daerah cincin-api, atau lebih khususnya di sekitar gunungapi aktif, yaitu Kelud terjadi bencana alam yang hebat. Banyak bangunan candi yang…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan