Berita ARKENAS

Sosialisasi Arkeologi

Dibaca 76 kali
  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

  • news

Sosialiasi Arkeologi di Percandian Batujaya

Tuesday 23, Oct 2018 10:46 AM / Atika

Karawang – Jawa Barat, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional kembali menyelenggarakan sosialisasi arkeologi di Percandian Batujaya, Karawang, Jawa Barat pada Sabtu, 20 Oktober 2018. Tema sosialisasi kali ini adalah “Komplek Percandian Batujaya Awal Peradaban di Tatar Sunda”. Penyelenggaraan sosialisasi dimaksudkan untuk penyebarluasan hasil penelitian sekaligus menumbuhkembangkan rasa memiliki terhadap sejarah dan warisan budaya benda kepada generasi muda khususnya siswa – siswi sekolah.

Kegiatan Sosialisasi Arkeologi Percandian Batujaya diikuti sejumlah 100 orang peserta yang terdiri dari siswa – siswi dan guru pendamping dari 9 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di sekitar Jakarta dan Depok. Upaya sosialisasi kepada generasi muda diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang nilai – nilai budaya masa lampau dalam rangka menumbuhkan semangat kebangsaan, sumber inspirasi bagi generasi muda, dan kepribadian luhur yang dapat membangun insan berkarakter.

Narasumber yang dihadirkan dalam acara sosialisasi di Batujaya adalah Peneliti Arkeologi Masa Hindu Buddha yaitu Agustijanto Indrajaja dan Kepala Bidang Pendayagunaan Hasil Penelitian yaitu Heddy Surachman. Materi diberikan secara langsung oleh narasumber kepada siswa dengan mengajak siswa mengunjungi Museum Situs Cagar Budaya Batujaya, selain itu peserta sosialisasi juga mengunjungi ke dua candi yang telah dipugar yaitu Candi Jiwa dan Candi Blandongan yang masih berada di kawasan tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan sosialisasi, para peserta sangat antusias ketika diajak secara langsung mengunjungi dan memahami sejarah candi Buddha tertua di Jawa Barat tersebut. Materi yang dipaparkan oleh peneliti meliputi sejarah masa awal penghunian kawasan Batujaya yang ternyata sudah digunakan semenjak masa prasejarah dibuktikan dengan banyaknya temuan rangka manusia dan bekal kuburnya. Kawasan Batujaya juga menjadi menarik bagi siswa ketika peneliti menjelaskan mengenai temuan gerabah arikamedu yang merupakan gerabah asli yang diproduksi di India. Bukti tersebut menunjukkan adanya hubungan maritim yang cukup tua antara Nusantara dengan India. Selama kunjungan situs tersebut, diskusi dan tanya jawab berlangsung dengan penuh antusias dari siswa. Untuk menambah kemeriahan panitia juga memberikan pertanyaan seputar materi sosialisasi dan menyiapkan hadiah menarik untuk peserta yang berhasil menjawab pertanyaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat pada umumnya, khususnya siswa-siswi sekolah sebagai generasi penerus bangsa terhadap budaya sekaligus memahami nilai – nilai penting yang terkandung dalam warisan budaya benda.


comments powered by Disqus

Baca Lainnya


Artikel Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Kerajaan Melayu Pindah ke DAS Batanghari, Dharmasraya, Sumatera Barat

Thursday 27 / Atika

Daerah hulu Batanghari dan Rambahan, tidak lepas dari latar belakang sejarah daerah tersebut yang dikaitkan dengan dua kerajaan besar di awal Masehi yaitu Melayu dan Sriwijaya. Kedua kerajaan saling mendominasi…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan