Berita ARKENAS

Press Release

Dibaca 33 kali news

Peradaban Tertua Ditemukan di Sangkulirang, Kutai Timur

Thursday 08, Nov 2018 14:20 PM / Atika

Kamis 8 November bertempat di gedung Plaza Senayan lt.3 Kemendikbud diselenggarakan konferensi press hasil penelitian kerjasama bidang arkeologi di Kutai Trimur, Kalimantan Timur, yaitu antara Indonesia dan Australia. Dalam sambutan Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, I Made Geria bahwa “Peradaban tertua Indonesia yang ditemukan di Kutai Timur ini adalah menjadi berita penting untuk dunia arkeologi, dan kita sebagai bangsa patut berbangga karena diwarisi peradaban tertua di dunia”. Ditambahkan bahwa “temuan gambar tertua Ini merupakan kedua setelah temuan gambar cadas di gua-gua Maros Sulawesi yang yang direlease pada tahun 2016 dengan hasil pertanggalan sekitar 39,000 tahun sebelum masehi”.

Hasil riset arkeologi di Sangkulirang yang merupakan hasil kolaborasi  penelitian antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Griffith Australia. Penemuan karya budaya manusia  40,000 tahun lalu ini menjadi kebanggaan kita semua sebagai bangsa Indonesia yang dapat dijadikan sumber inspirasi  bagi generasi untuk melangkah lebih maju ke masa depan.

Kesempatan berbahagia dan penting itu dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P sekaligus membuka secara resmi acara konferensi press tersebut. Menurutnya, temuan maha karya nenek moyang kita 40.000 tahun di Kalimantan merupakan peninggalan dan jejak budaya luar biasa penting sebagai akar budaya bangsa. Bapak Menteri memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para peneliti baik Puslit Arkenas, ITB, dan Universitas Griffith atas kerja kerasnya, sehingga menghasilkan informasi pertanggalan tertua di dunia. Artinya, bahwa nenek moyang kita dahulu di Kalimantan telah berkarya yang dapat disetarakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia, bahkan lebih tua yang diketahui selama ini.

Menurut  Adhi Agus, peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bahwa penelitian yang di lakukan di Situs Sangkulirang berdasarkan sampel kalsium karbonat yang dicuplik dari gambar banteng memiliki penanggalan minimum sekitar 40.000 yang hingga saat ini merupakan karya manusia yang diidentifikasi sebagai seni figuratif tertua di muka bumi, yaitu dari Jaman es  (ice age context) atau kala plestosen akhir.  

Gambar arca di Indonesia tertua ditemukan di dua wilayah Kalimantan Timur dan Maros Sulawesi. Namun, persebaran gambar meliputi seluruh Indonesia kecuali Jawa hingga saat ini telah ditemukan. Semoga di tahun-tahun mendatang kita akan merancang program penelitian arkeologi,  khusus menangani pertanggalan untuk gambar cadas di situs gua gua lainnya yang tersebar  di Indonesia bagian Timur.

Selanjutnya, pemaparan yang disampaikan oleh Maxime Aubert  peneliti dari Griffith University Ausralia bahwa sampel yang dianalisis dari situs Jeriji Saleh, meliputi sejumlah sampel yaitu terdiri atas beberapa gambar  tangan yang menghasilkan pertanggalan 37.200, kemudian sampel gambar banteng diperoleh pertanggalan sangat tua pada kisaran 40.000 tahun lalu.

Jadi sejumlah pertanggalan sudah dapat diketahui sebagai bukti penghunian manusia prasejarah di Kalimantan.  Pengujian itu menggunakan sampel kalsium karbonat yang dikumpulkan dari setiap situs yang diteliti dengan menggunakan metode uranium series.  Ditegaskan oleh Aubert, bahwa pengambilan sampel dan  penyajian data pertanggalan terhadap gambar prasejarah Sangkulirang melalui proses yang akurat yang hasilnya dapat dipercaya.

Kesempatan selanjutnya dipaparkan oleh Dr. Pindi Setiawan, M.Si peneliti dari Institut Teknologi Bandung.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya bersama Arkenas dan tim Perancis yang dirintis  sejak tahun 1990-an  hingga sekarang, telah terdata ratusan gambar cadas (garca) dari 50 situs gua karst. Jejak-jejak budaya prasejarah yang dapat ditemukan begitu kaya dan beragam rupa garja yang sudah dapat diidentifikasi. Melalui konferensi press ini dapat menginfomasikan hasil penelitian tentang penghunian manusia di gua-gua maupun ceruk karst Sangkulirang, setidaknya 40 ribu tahun yang lampau atau setara dengan masa plestosen akhir (jaman es).

Berdasarkan data ekologi maupun geologi yang dipelajarinya, memperkuat dugaan bahwa dengan iklim kering yang sering terjadi dan berulang-ulang di Kalimantan, sangat mempengaruhi lingkungan kawasan dan  kehidupan budaya. Ada 3 pase yang dapat diurai pernah terjadi  di Kutai Timur, yaitu pase 40.000 yaitu masa es dengan ciri gambar bovid, lalu pase 13.600 dengan sampel gambaran figure manusia, dan pase terakhir 3.000 dengan kedatangan orang-orang rumpun Asutronesia yang ditunjukan dengan gambar perahu bercadik. 

Karya gambar cadas tersebut  bagi para peneliti bukan semata artefak, atau dibuat asal saja tetapi mengandung pesan literasi yang perlu dikaji maknanya sebagai sumber inspirasi ilmu pengetahuan.

Penemuan ini tidak hanya penting bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi sejarah kebudayaan Indonesia. Hal ini menjadi kebanggaan bagi kita dan tentu saja perlu kita bagikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki peninggalan berupa artefak gambar cadas tertua di dunia.

Pemaparan tim peneliti yaitu Adhi Agus dari Puslit Arkenas, Dr. Pindi Setiawan dari ITB dan Dr. Maxime Aubert dari Grifith University, membuat kita patut berbangga sebagai bangsa Indonesia. Hal ini karena kita memiliki leluhur yang begitu luar biasa, betapa tidak pada kurun waktu 40 ribu tahun lalu sudah bersentuhan dan mengembangkan karya seni berupa gambar cadas di dinding dan langit-langit gua (Nas, 8/11/18).


comments powered by Disqus

Baca Lainnya


Artikel Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya

Peradaban Di Lingkungan Karst Kabupaten OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan

Sunday 22 / Atika

ABSTRAK Penelitian arkeologi di wilayah OKU oleh Pusat Arkeologi Nasional merupakan suatu rangkaian penelitian yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan. Pengumpulan data lapangan melalui metode dan teknik berlatar multidisipliner yang…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan