Berita ARKENAS

Seminar

Dibaca 407 kali news

Delegasi Indonesia Publikasikan Hasil Penelitian Arkeologi di Vietnam

Monday 24, Sep 2018 11:26 AM / Atika

Vietnam – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi mengirimkan beberapa penelitinya mewakili Indonesia untuk mempresentasikan hasil – hasil penelitian arkeologi indonesia di The 21th Congress of The Indo-Pacific Prehistory Association (IPPA) yang diselenggarakan pada 23-28 September 2018 di Hue, Vietnam. IPPA merupakan sebuah wadah bagi para peneliti arkeologi di kawasan Asia-Pasifik untuk mempublikasikan hasil penelitian terkait kajian arkeologi prasejarah dan ilmu-ilmu pendukungnya seperti geologi, paleogenetik, paleoantropologi, paleontologi, arkeologi maritim, dll.

IPPA merupakan kongres yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali dan penyelenggaraannya dilakukan secara bergantian. Kongres IPPA pada tahun 2018 ini menarik banyak perhatian para peneliti arkeologi di wilayah Asia – Pasifik, kurang lebih 500 hasil penelitian arkeologi yang berkaitan dengan wilayah Asia – Pasifik dipresentasikan pada kongres. Para peneliti arkeologi dari Indonesia turut serta mempresentasikan abstrak hasil – hasil penelitiannya. Sebanyak tiga puluh satu orang perwakilan peneliti arkeologi dari Indonesia mempresentasikan hasil – hasil penelitiannya pada konggres ini. Jumlah partisipaan pada konggres IPPA pada tahun ini menunjukkan adanya peningkatan apabila dibandingkan dengan konggres IPPA tahun 2014 di Siem Reap, Kamboja yang hanya diikuti oleh 20 delegasi Indonesia. Peneliti di lingkungan Puslit Arkenas dan Balai-Balai Arkeologi se-Indonesia yang hadir sejumlah 17 orang presenter dengan lima orang partisipan.

Para peneliti arkeologi dari Indonesia juga turut serta dalam penyusunan rumusan di empat sesi dalam kongres tersebut, yaitu:

  1. New Developments in Humans, Culture, and Environment During Pleistocene -Holocene of Insular Southeast Asia (Sofwan Noerwidi, Hsiao Mei Goh, Vida Pervaya Rusiyanti Kusmartono, Durren Cornoe, dan Anton Ferdianto);
  2. Connecting The Dots: The Past of the Maluku Archipelago in a Multidisciplinary Perspective (Marlon Ririmarase dan Peter Lape)
  3. Proto-History of Indonesian Archipelago and New Evidences of Its Interaction to Mainland of Asia And Southeast Asia (Eka Asih Taim dan Agustijanto Indrajaya);
  4. Southeast Asian Rock Art Beyond Images (Noel Hidalgo Tan, Adhi Agus Oktaviana, dan Victoria Scott)

Konggres IPPA ini sangat bermanfaat untuk mempublikasikan potensi arkeologi prasejarah Indonesia dikancah internasional. Selain itu, kesempatan ini juga bermanfaat bagi para peneliti arkeologi Indonesia agar dapat menambah ilmu dan memperluas jejaring pada level internasional.



Baca Lainnya


Artikel Arkenas

Publikasi Penelitian
Penelitian Lainnya research

Tebaran Tinggalan Megalitik dan Batu-Batu Candi Bertebaran Saat Merapi Meletus

Tuesday 30 / Atika

Desa Tirto, adalah salah satu desa di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Lokasi desa berada di kaki Gunung Merapi dengan batas-batas desa : Desa Somakreto di sebelah timur; Desa Jamuskauman di…

Baca Selengkapnya...


Kategori Terbitan

Aspek
device it's being served on. Flexible grids then size
1 Tulisan
Amerta
device it's being served on. Flexible grids then size.
20 Tulisan
BPA
device it's being served on. Flexible grids then size.
300 Tulisan
Kalpataru
device it's being served on. Flexible grids then size.
1325 Tulisan
Monografi
device it's being served on. Flexible grids then size.
2000 Tulisan