PROFILE ARKENAS

Sejarah Pusat Arkeologi Nasional

SEJARAH SINGKAT

  • Embrio dari lembaga ini diawali oleh sebuah badan bernama Commissie in Nederlandsch-Indie voor Ouddheikundige Onderzoek op Java en Madura yang berdiri pada tahun 1901, yang mengawali perhatiannya tentang kearkeologian.
  • Sesuai dengan Keputusan Pemerintah Nomor 62 tahun 1913, badan  ini berubah menjadi lembaga pemerintah dengan nama Oudheikundige Dienst in Nederlandsch-Indie. Adapun tugas instansi ini adalah (1) menyusun, mandaftar dan mengawasi peninggalan-peninggalan  purbakala di seluruh kepulauan Nusantara; (2) merencanakan dan melakukan penelitian kepurbakalaan.
  • Dalam perjalanan sejarah, lembaga ini berkali-kali ganti nama menjadi Kantor Urusan Barang-barang Purbakala Republik Indonesia Serikat (1942),
  • OD dibentuk kembalin oleh Belanda (1947),
  • Dinas Purbakala, Djawatan Kebudajaan Kementerian PP & K (1951),
  • Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional / LPPN (1964).
  • Tahun 1975 LPPN dipecah menjadi dua institusi, yaitu: (1) Direktorat Pemeliharaan dan Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Purbakala yang menangani kegiatan pelestarian, dan (2) Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional  yang menangani kegiatan penelitian.
  • Sejak itu organisasi ini tetap terbagi dua meskipun namanya berganti. yaitu
  • (1) tahun 1980 dengan nama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  • (2) tahun 2000 dengan nama Pusat Arkeologi, Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata,
  • (3) tahun 2001 dengan nama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional,  Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata,
  • 2002 mengalami perubahan dari Depbudpar ke Kemenbudpar
  • (4) tahun 2003 dengan nama Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional, Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
  • (5) Pada tahun 2005, sesuai dengan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata nomor PM.17/HK.001/MKP-2005, maka instansi yang bergerak di bidang penelitian arkeologi akhirnya berganti nama dari Asisten Deputi Arkeologi Nasional menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional di bawah Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata.
  • (6) Tahun 2012,  pindah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan berada di bawah Sekretaris Jenderal Kemendikbud dengan nama Pusat Arkeologi Nasional, sedangkan Purbakala berada di bawah Dirjen Kebudayaan dengan nama baru Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.
  • dan sekarang berada dibawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan dengan nama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

 

Para Pemimpin yang pernah mengepalai lembaga arkeologi

  • Commissie in Nederlandsch-Indie voor Ouddheikundige Onderzoek op Java en Madura dikepalai oleh Dr. JLA. Brandes (1901 – 1905)
  • Oudheikundige Dienst in Nederlandsch-Indie (OD) dikepalai oleh Dr. N.J. Krom (1913 – 1915)
  • Oudheikundige Dienst in Nederlandsch-Indie (OD) dikepalai oleh FDK Bosch (1916 – 1936)
  • Oudheikundige Dienst in Nederlandsch-Indie (OD) dikepalai oleh Dr. WF. Stutterheim (1936 – 1942)
  • Dinas Purbakala dikepalai oleh Prof. Dr. AJ. Bernet Kempers (1947 – 1953)
  • Dinas Purbakala/Lembaga Purbakala dan Penbinggalan Nasional dikepalai oleh Prof. Dr. R. Soekmono (1953 – 1973)
  • Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional/ Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional dikepalai oleh Dra. Ny. Setyawati Sulaiman (1973 – 1977)
  • Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dikepalai oleh Prof. Dr. RP. Soejono (1977 – 1987)
  • Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dikepalai oleh Prof. Dr. H. Hasan Muarif Ambary (1987 – 1999)
  • Pusat Penelitian Arkeologi Nasional/Pusar Arkeologi/ Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional dikepalai oleh Dr. Haris Sukendar (1999 – 2004)
  • Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional dikepalai oleh Dr. Tony Djubiantono (2004 – 2011)
  • Pusat Arkeologi Nasional dikepalai oleh Dr. Bambang Sulistyanto (2011 -  2014)
  • Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dikepalai oleh Drs. I Made Geria, M. Si (2014 -  sekarang)