ARTIKEL ARKENAS

Kategori Arkeologi Klasik Hindu Buddha

Dibaca 2185 kali article

Situs Wadu Pa’a Tempat Pujabhakti Dua Agama

Tuesday 26, May 2020 04:17 AM / AW

Situs Wadu Pa’a (bahasa Bima) yang artinya batu pahat terletak di tepian Teluk Wadu Pa’a, sebuah teluk kecil di sebelah baratdaya Teluk Bima. Secara administrasi berada di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya yang tenang sangat ideal bagi para saudagar jaman dahulu untuk berlabuh dan beristirahat Situs Wadu Paa atau dikenal dengan Candi Tebing merupakan situs berupa pahatan relief di tebing batu karang, mirip dengan situs…



Kebinekaan dalam Prasasti Lucem (Poh Sarang)
Friday 15 / AW

“Pada tahun Saka 934 (1012 Masehi) ketika itu sebuah jalan dibenahi oleh Samgat (hakim) dari Lucem (bernama) Pu Ghêk sembilan…

Wabah Penyakit dalam Catatan Sejarah di Indonesia
Thursday 09 / AW

Kisah dan Catatan Sejarah tentang Wabah Penyakit di Indonesia Indonesia memiliki catatan sejarah dengan rentang waktu yang cukup panjang. Pada…

Tebaran Tinggalan Megalitik dan Batu-Batu Candi Bertebaran Saat Merapi Meletus
Tuesday 30 / AW

Desa Tirto, adalah salah satu desa di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Lokasi desa berada di kaki Gunung Merapi dengan batas-batas…

Mintaqulburuj
Monday 11 / AW

Sebuah artefak yang berkaitan dengan upacara dan astronomi adalah Mintaqulburj atau “Bejana Zodiak”. Di Indonesia benda ini ditemukan di daerah…

Bhatara Lokanatha dari Gunung Tua
Tuesday 08 / AW

Gunung Tua adalah ibukota Kecamatan Padang Bolak dengan jumlah penduduk yang cukup padat. Karena letaknya di persimpangan jalan Pakanbaru-Rantauprapat dan…

“Melacca Strait Dream” merasuki Singapura
Monday 24 / AW

“Barang­siapa yang dapat menguasai Selat Melaka, dialah yang meme­gang kendali perda­gangan Venesia”. Demikian sepenggal kalimat dalam sumber Portugis tahun 1536…

Candi Solok Sipin
Wednesday 14 / AW

Runtuhan bangunan Solok Sipin terletak di Kelurahan Sipin, Kecamatan Jambi Kota, Jambi. Situs Solok Sipin terletak pada sebidang tanah di…

Candi Jepara
Friday 09 / AW

Jauh di daerah hulu sungai Komering, pada jarak sekitar 700 meter dari tepi Danau Ranau, di Desa Jepara (Kec. Banding…

Candi Binginjungut
Wednesday 24 / AW

Candi Binginjungut terletak di sisi sebelah timur Sungai Musi pada sebidang tanah datar, di Desa Binginjungut, Muara Kelingi, Musi Rawas…

Dapunta Hyang Srijayanasa Sudah Lebih Dulu Mencanangkan Penanaman Pohon
Wednesday 18 / AW

“Pada tanggal 23 Maret 684 Masehi, pada saat itulah taman ini yang dinamakan Sriksetra dibuat di bawah pimpinan Sri Baginda…

Pesan dari Nalanda
Thursday 29 / AW

Prasasti Nalanda merupakan lempengan prasasti tembaga yang ditemukan di Nalanda pada tahun 1921 di depan pintu masuk Monastery Site 1,…

Palembang Tanah Tak Bertuan
Wednesday 26 / AW

Setelah Sriwijaya mengalami kemunduran dan pusat pemerintahan dipindahkan ke Jambi (abad ke-13 Masehi), beberapa abad kemudian (abad ke-15 Masehi) di…

Sistem Birokrasi Kadatuan Sriwijaya
Friday 23 / AW

Tidak banyak data tertulis yang berupa prasasti yang menyebutkan sistem birokrasi Kadatuan Sriwijaya. Satu-satunya data yang berisikan informasi mengenai sistem…

Pedagang Tamil: Percepat Keruntuhan Sriwijaya
Wednesday 24 / AW

Orang-orang Tamil diketahui telah lama menetap di beberapa tempat di wilayah Sumatra bagian utara dan wilayah sekitarnya, seperti di Myanmar,…

Malayu Pendahulu Sriwijaya yang Tetap Bertahan
Tuesday 05 / AW

Beberapa puluh tahun sebelum lahirnya Kadatuan Sriwijaya di Sumatra telah ada Kerajaan Malayu. Setidak-tidaknya demikian pemberitaan I-tsing dalam catatan hariannya.…

Kawasan Pendukung Kota Sriwijaya di Pedalaman
Tuesday 22 / AW

Jauh sebelum timbulnya peradaban yang ditandai dengan adanya insti­tusi yang berbentuk Kadatuan di Palem­bang, di daerah pedalaman hulu sungai-sungai yang…

Kehidupan Beragama di Sriwijaya
Friday 26 / AW

Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan bahari, tetapi dikenal juga sebagai salah satu pusat penyebaran agama Buddha dan pengajaran bahasa Sansekerta. Karena…


Publikasi Penelitian

Penelitian Lainnya research

Mengulik Jejak Budaya Manusia Purba Kobatuwa di Cekungan Soa, Flores Timur

Friday 25 / AW

LATAR PENELITIAN Penelitian di wilayah Cekungan Soa pertama kali dipelopori oleh , seorang missionaris berkebangsaan Belanda pada sekitar tahun 1960-an. Dalam laporannya ia menginformasikan bahwa di Situs Matamenge, Boa Lesa…

Baca Selengkapnya...